jatim.jpnn.com, BONDOWOSO - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bondowoso mulai membangun jembatan darurat yang menghubungkan Desa Leprak dan Desa Wonoboyo, Kecamatan Klabang, setelah jembatan sebelumnya ambruk diterjang banjir.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Bondowoso Kristianto Putro Prasojo mengatakan pembangunan jembatan darurat tersebut mulai dikerjakan pada Kamis.
"Pembangunan jembatan darurat antardesa tersebut diperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga pekan atau sekitar 20 hari," kata Kristianto, Kamis (15/1).
Pada hari pertama pengerjaan, BPBD mulai mengirimkan berbagai material bangunan ke lokasi serta melakukan pembersihan di sekitar titik jembatan yang ambruk.
Kristianto menjelaskan, jembatan darurat itu menjadi akses utama masyarakat Desa Leprak dan Desa Wonoboyo, sehingga pembangunannya diprioritaskan agar aktivitas warga bisa kembali berjalan.
Anggaran pembangunan jembatan darurat ini menggunakan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) dari pemerintah daerah.
"Dengan dibangunnya jembatan darurat ini diharapkan masyarakat dua desa tersebut bisa beraktivitas seperti sedia kala," kata Kristianto.
Setelah jembatan darurat selesai, pemerintah daerah juga sudah menyiapkan pergeseran anggaran untuk pembangunan jembatan permanen.



















































