kaltim.jpnn.com, SAMARINDA - Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu) kembali ditabrak tongkang pada Minggu (25/1).
Insiden ini sudah tiga kalinya terjadi hanya dalam kurun waktu 60 hari terakhir.
Menyikapi hal ini, Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (DPUPR-Pera) Kaltim bergerak cepat menurunkan tim teknis ke lapangan.
Mereka ditugaskan mengukur geometri Jembatan Mahulu untuk memastikan keamanan struktur pascainsiden tabrakan terseebut.
“Begitu kami mendapatkan informasi dari media sosial, kami langsung melaporkan ke pimpinan dan segera turun ke lapangan pada pukul 10.00 WITA,” kata Kepala Bidang Bina Marga DPUPR-Pera Kaltim Muhammad Muhran, Minggu (25/1).
Dia menjelaskan langkah cepat ini diambil untuk mengidentifikasi tingkat kerusakan visual pada infrastruktur yang telah dihantam tongkang sebanyak tiga kali dalam kurun waktu 60 hari terakhir.
Tim teknis menemukan satu unit fender di sisi Samarinda-Loa Buah dalam kondisi miring, gompal, tergores, hingga mengalami retakan akibat benturan Marine Power 3066.
Pilar delapan dan pilar sembilan jembatan juga tidak luput dari dampak insiden tersebut dengan ditemukan bekas goresan serta bagian beton yang gompal.
Dinas PUPR-Pera Kaltim kini menggandeng tim konsultan untuk memeriksa tingkat kemiringan pilar, kerataan lantai jembatan, hingga kondisi sambungan siar muat.
















































