jpnn.com, JAKARTA - Pakar komunikasi politik Universitas Indonesia (UI) Ari Junaedi mengapresias gaya komunikasi Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming yang menyebut Wapres ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK) sebagai senior, mentor dan idolanya.
Menurut Ari, pernyataan tersebut menunjukkan kedewasaan berpolitik Gibran yang semakin matang.
“Dalam beberapa waktu terakhir, pernyataan Wakil Presiden Jusuf Kalla begitu "menohok" soal Presiden RI ke-7 Joko Widodo. Hal ini tidak terlepas dari pelaporan terhadap JK ke kepolisian usai berceramah di Masjid UGM, Yogyakarta,” kata Ari dalam keterangannya, Kamis (23/4).
Direktur Eksekutif Nusakom Pratama Institute itu menilai komunikasi politik Gibran tidak terlepas dari upayanya meredam "panasnya" tensi politik akhir-akhir ini.
"Dalam teori komunikasi, upaya Gibran seperti ingin memecah spiral keheningan. Dari Elisabeth Noelle Neumann, seorang pakar politik dari Jerman, Gibran sepertinya ingin memecah dominasi arus pendapat umum tentang diri dan keluarganya,” ucap Ari.
Oleh karena itu, Ari memuji pernyataan Gibran yang tetap tenang dan santun dalam menanggapi pertanyaan publik mengenai situasi politik hari ini dan tidak terpancing untuk membuat situasi semakin memanas.
“Gibran tidak terpancing dengan pancingan pertanyaan media yang jika ditanggapi dengan emosi justru akan memperuncing suasana politik nasional menjadi semakin panas,” tegas Ari.
Dalam sepekan terakhir, pernyataan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK) soal Presiden ke-7 RI Joko Widodo tengah menjadi sorotan publik. Hal ini tidak terlepas dari pelaporan terhadap JK ke kepolisian usai berceramah di Masjid Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta.





















































