jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Pemerintah Kota Yogyakarta memperpanjang status siaga darurat bencana hingga Februari 2026.
Langkah tersebut tercantum dalam Keputusan Wali Kota Yogyakarta Nomor 490 Tahun 2025 tentang perpanjangan penetapan status siaga darurat bencana banjir, talut longsor dan cuaca ekstrem di Kota Yogyakarta.
Ketua Tim Kerja Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta Petrus Singgih Purnomo mengatakan prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi di DIY menjadi acuan pihaknya dalam mengambil keputusan tersebut.
“Untuk Kota Yogyakarta siaga darurat bencana sudah diperpanjang sampai Februari 2026. Mengingat prediksi puncak musim hujan pada Januari hingga Februari 2026,” katanya, Rabu (14/1).
Pihaknya mencatat dampak cuaca ekstrem di wilayah Yogyakarta banyak ditemui peristiwa pohon tumbang.
"Januari ini juga ada beberapa pohon tumbang. Makanya kami imbau warga untuk mengurangi atau memangkas sebagian pohon yang rimbun dan lapuk untuk mencegah pohon tumbang,” ujarnya.
Sepanjang 2025 lalu BPBD Yogyakarta menangani sebanyak 138 kejadian pohon tumbang.
Kepala Stasiun Klimatologi DIY Reni Kraningtyas mengatakan puncak hujan akan terjadi pada Januari-Februari 2026.



















































