Kalimantan Tengah Diguyur Hujan Usai Gubernur bersama Masyarakat Gelar Salat Istisqa & Doa Bersama

1 hour ago 20

Kalimantan Tengah Diguyur Hujan Usai Gubernur bersama Masyarakat Gelar Salat Istisqa & Doa Bersama

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Gubernur Kalteng Agustiar Sabran mengajak masyarakat meningkatkan ikhtiar lahir dan batin dalam menghadapi musim kemarau panjang yang berpotensi memperparah kekeringan dan karhutla. Foto: dok Pemprov Kalteng

jpnn.com, PALANGKARAYA - Di tengah upaya pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) untuk terus memadamkan kebakaran hutan dan lahan, Gubernur Agustiar Sabran mengajak masyarakat meningkatkan ikhtiar lahir dan batin dalam menghadapi musim kemarau panjang yang berpotensi memperparah kekeringan dan karhutla.

Bersama dengan TNI/Polri, ASN, organisasi masyarakat Islam, tokoh agama, dan masyarakat, Gubernur Agustiar Sabran didampingi oleh Wakil Gubernur Edy Pratowo memimpin langsung pelaksanaan Salat Istisqa serta doa bersama di Bundaran Besar Talawang Palangka Raya, Minggu (23/8/2026) untuk memohon turunnya hujan di tengah musim kemarau yang masih berlangsung.

Dalam kesempatan ini, Gubernur Agustiar Sabran mengajak seluruh jamaah menjadikan Salat Istisqa sebagai bentuk ikhtiar spiritual sekaligus momentum muhasabah diri.

“Mari bersama-sama memohon ampunan dan pertolongan Allah SWT. Semoga hujan segera diturunkan untuk membasahi Bumi Tambun Bungai dan membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat Kalimantan Tengah,” ujarnya.

Agustiar menegaskan kegiatan tersebut bukan hanya upaya memohon hujan, tetapi juga bagian dari ikhtiar lahir dan batin dalam menghadapi musim kemarau yang berdampak luas, termasuk meningkatnya potensi karhutla.

Menurutnya, karhutla tidak hanya mengganggu lingkungan, tetapi juga berdampak pada kesehatan masyarakat serta aktivitas sehari-hari. Karena itu, penanganan terus diperkuat bersama Forkopimda, TNI/Polri, relawan, dan berbagai elemen masyarakat.

Berbagai upaya terus dilakukan meliputi penyiagaan personel, pemadaman titik api melalui darat dan udara, hingga operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk mengurangi dampak kekeringan.

"Sebagai mahluk yang lemah di hadapan Sang Pencipta, segala ikhtiar fisik harus kita sempurnakan dengan ikhtiar batiniah," ujar Agustiar Sabran.

Di tengah upaya pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) untuk terus memadamkan kebakaran hutan dan lahan, Kalteng menggelar salat Istisqa

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |