jatim.jpnn.com, SURABAYA - Pengusaha Australia kelahiran Surabaya, Iwan Sunito, menghadirkan One Muse di One Global Resorts Green Square, Sydney. Ruang yang memadukan kafe, bar, galeri seni, dan social enterprise itu dibangun untuk membuka peluang bagi anak-anak, generasi muda, hingga orang dewasa dengan kebutuhan belajar khusus.
One Muse merupakan bagian dari visi Sunito Foundation untuk melihat seseorang berdasarkan potensi dan kemampuan yang dimiliki, bukan semata-mata dari tantangan yang dihadapi.
"Visi utama Sunito Foundation sebenarnya sederhana: setiap orang berhak dilihat berdasarkan apa yang dapat mereka capai, bukan dari hal-hal yang menjadi tantangan bagi mereka," ujar Iwan Sunito, Founder dan CEO One Global Resorts.
Menurut Iwan, One Muse menjadi ruang untuk menerjemahkan visi tersebut melalui seni, kreativitas, kegiatan komunitas, hingga peluang kerja.
"One Muse adalah tempat di mana visi tersebut menjadi nyata—melalui galeri, kafe, ruang kerja, dan pada akhirnya sebuah jalan yang dapat menjadi milik seluruh komunitas," katanya.
Nama One Muse sendiri berasal dari kata muse, yakni seseorang atau kekuatan yang menjadi sumber inspirasi bagi kreativitas dan ekspresi seni. Bagi Iwan, sosok yang menjadi inspirasi awal lahirnya One Muse adalah putri keduanya, Hannah Sunito.
Hannah merupakan anak dengan kebutuhan belajar khusus yang tumbuh menghadapi berbagai tantangan. Dengan dukungan keluarga, ketekunan, dan kecintaannya terhadap seni, Hannah kemudian menemukan karakter serta jiwa kreatifnya hingga berkembang menjadi seorang seniman.
Karya Hannah telah dipamerkan di sejumlah lokasi di Sydney, termasuk universitas, kegiatan amal, pameran kelompok, dan Randwick Art Society Annual Art Show. Pada 2021, Hannah juga memenangkan kategori lukisan minyak/akrilik dalam Randwick Art Society Annual Exhibition. Dia kemudian menggelar pameran tunggal pertamanya.



















































