jatim.jpnn.com, SURABAYA - Dinas Perhubungan Jawa Timur mengkaji pemanfaatan kapal cepat berbasis teknologi hydrofoil untuk memperkuat konektivitas transportasi laut antarpulau.
Teknologi kapal cepat tersebut dinilai berpotensi memangkas waktu perjalanan masyarakat sekaligus mendukung pengembangan program Trans Laut Jawa Timur.
Kepala Dinas Perhubungan Jatim Nyono mengatakan kapal hydrofoil mampu melaju dengan kecepatan sekitar 20 hingga 40 knot, jauh lebih cepat dibandingkan kapal konvensional yang selama ini melayani sejumlah rute penyeberangan.
"Ini proposal teknologi yang luar biasa karena mampu mempercepat waktu perjalanan masyarakat," kata Nyono di Surabaya, Minggu (21/6).
Menurut dia, beberapa rute yang berpotensi menggunakan layanan kapal cepat tersebut antara lain Probolinggo-Gili Ketapang dan Banyuwangi-Bali.
Kapal hydrofoil dirancang memiliki kapasitas sekitar 125 penumpang sehingga dinilai lebih sesuai dengan kebutuhan pasar dibandingkan kapal berkapasitas besar dengan biaya operasional yang tinggi.
Nyono mencontohkan layanan kapal cepat Banyuwangi-Bali sebelumnya mengalami kendala karena kapasitas kapal mencapai sekitar 400 penumpang, sementara jumlah penumpang belum mampu memenuhi tingkat keterisian yang ideal.
Kondisi itu membuat operator membutuhkan dukungan subsidi agar layanan tetap bisa beroperasi.
















































