jatim.jpnn.com, SURABAYA - Tim SAR gabungan mengevakuasi lima anak buah kapal (ABK) Kapal Tongkang Indo Ocean Marine yang kandas di perairan Pulau Gili Iyang, Kabupaten Sumenep, Kamis (22/1). Seluruh ABK dievakuasi dalam kondisi selamat.
Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya Nanang Sigit selaku SAR Mission Coordinator (SMC) menjelaskan kronologi kejadian bermula saat kapal tongkang kandas dini hari ketika sedang ditarik oleh kapal TB Trans Pasific 66.
“Berdasarkan informasi yang kami terima, kapal tongkang kandas pada Kamis dini hari saat proses penarikan. Posisi kapal berada sekitar 300 meter dari bibir pantai di atas karang dangkal di wilayah Desa Banraas, Pulau Gili Iyang,” ujar Nanang.
Setelah menerima laporan kondisi darurat, Basarnas langsung mengerahkan satu tim rescue dari Pos SAR Sumenep menuju lokasi kejadian.
“Begitu menerima informasi, kami langsung mengerahkan tim rescue Pos SAR Sumenep untuk membantu evakuasi lima ABK yang berada di kapal tongkang,” jelasnya.
Tim rescue diberangkatkan menggunakan Rigid Buoyancy Boat (RBB) dari Dermaga Kalianget dengan jarak tempuh sekitar 15 mil laut menuju lokasi kapal kandas. Dalam perjalanan dan proses evakuasi, tim SAR gabungan menghadapi kondisi cuaca yang cukup menantang.
“Berdasarkan prakiraan BMKG, saat itu cuaca di perairan Gili Iyang hujan ringan, kecepatan angin mencapai 18 knot dari barat laut, tinggi gelombang sekitar 1,4 meter, serta arus laut menuju barat daya,” kata Nanang.
Pada pukul 09.20 WIB, tim SAR gabungan tiba di Dermaga Pulau Gili Iyang dan langsung berkoordinasi dengan unsur terkait. Proses evakuasi kemudian dilakukan dengan memindahkan seluruh ABK dari kapal tongkang ke RBB milik Basarnas.



















































