jakarta.jpnn.com - Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KB PII) mendukung gagasan Menteri Koperasi Ferry Juliantono tentang pembatasan ekspansi dua ritel modern Indonesia, yakni Indomart dan Alfamart, di desa-desa yang sudah berdiri koperasi, seperti Koperasi Desa Merah Putih.
"Demi keadilan ekonomi dan distribusi ekonomi dan keadilan sebaiknya Indomart dan Alfamart tidak expansi di desa-desa yang sudah berdiri koperasi," kata Ketum Pimpinan Pusat KB PII Nasrullah Larada, Selasa (24/2).
Menurut Nasrullah, para produsen lokal dan koperasi maupun UMKM harus mendapatkan perlindungan agar tidak diadu langsung dengan produk perusahaan ritel modern, seperti Indomart dan Alfamart yang punya jaringan lebih luas.
Nasrullah mencemaskan produk-produk lokal desa di koperasi tak akan mampu bersaing dengan produk sejenis yang ditawarkan Indomart atau Alfamart jika tidak ada perlindungan.
"Koperasi itu untungnya kembali ke warga/anggota di desa sehingga memakmurkan warga, sedangkan ritel modern untungnya mengalir ke pemodal besar di kota," ujar Nasrullah.
Dia mengingatkan sebelum ada Koperasi Desa Merah Putih pun sudah berdiri banyak koperasi di desa-desa.
Nasrullah menilai pada umumnya koperasi-koperasi itu sulit berkembang, terutama sejak masuknya ritel modern.
"Jadi, ritel modern ini tidak hanya mematikan daya saing koperasi, tetapi juga mematikan UMKM di desa-desa," jelas Nasrullah.

















































