jatim.jpnn.com, SURABAYA - Perusahaan Daerah Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya (PDTS KBS) mengusulkan pelepasliaran atau restocking komodo ke habitat aslinya di Nusa Tenggara Timur.
Direktur Operasional PDTS KBS Nurika Widyasanti, mengatakan saat ini pihaknya tengah menyiapkan sekitar empat hingga lima ekor komodo yang akan dilepasliarkan ke alam.
“Kebetulan saat ini komodo. Kami ada beberapa yang memang rencana kami usulkan untuk di-restocking ke habitatnya, entah itu di Pulau Komodo atau Pulau Flores,” ujar Nurika, Jumat (13/2).
Menurutnya, komodo yang diusulkan masih menjalani proses identifikasi dan persiapan sebelum dinyatakan layak dilepasliarkan, termasuk penyesuaian perilaku dan kondisi fisik.
“Ini masih kami identifikasi, kira-kira yang memang siap kita lepaskan itu seperti apa, karena harus melalui perawatan dan habituasi agar siap kembali ke alam liar,” jelasnya.
Nurika menyebut, KBS saat ini menjadi salah satu pusat pengembangbiakan komodo di Indonesia dengan populasi mencapai sekitar 80 ekor, mayoritas berusia remaja hingga dewasa.
“Kurang lebih sekarang kami memiliki sekitar 80 ekor komodo,” katanya.
Terkait prosedur, PDTS KBS telah mengajukan usulan pelepasliaran kepada Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Timur untuk diteruskan ke kementerian terkait.

















































