jabar.jpnn.com, KARAWANG - Ribuan hektare areal persawahan di sejumlah wilayah Kabupaten Karawang, Jawa Barat, dilaporkan tidak ditanami pada musim kemarau 2026 karena keterbatasan pasokan air untuk irigasi.
Kondisi tersebut membuat sejumlah petani memilih menunda musim tanam hingga ketersediaan air dinilai cukup untuk mendukung pertumbuhan tanaman padi.
Ketua Serikat Tani Karawang, Deden Sofyan, mengatakan berdasarkan pendataan yang dilakukan pihaknya selama beberapa bulan terakhir, luas areal persawahan yang tidak ditanami atau menganggur pada musim kemarau tahun ini mencapai lebih dari 2.000 hektare.
"Musim kemarau benar-benar berdampak terhadap sektor pertanian. Banyak areal sawah menganggur. Para petani harus menunda tanam sampai pasokan air benar-benar aman," kata Deden.
Menurut Deden, areal persawahan yang tidak ditanami tersebut antara lain tersebar di wilayah utara Kabupaten Karawang, seperti Kecamatan Pakisjaya, Batujaya, Rengasdengklok, dan Cibuaya.
Kondisi serupa juga terjadi di sejumlah wilayah lain, termasuk Kecamatan Tegalwaru, Pangkalan, Ciampel, serta sebagian wilayah Kecamatan Telukjambe Barat.
Deden menyebut kondisi sawah yang tidak ditanami saat musim kemarau bukan merupakan persoalan baru. Menurut dia, kondisi tersebut hampir terjadi setiap tahun ketika pasokan air untuk pertanian berkurang.
"Sejumlah areal persawahan yang biasanya produktif terpaksa dibiarkan menganggur karena keterbatasan pasokan air untuk mengairi lahan saat kemarau," ujarnya.



















































