jateng.jpnn.com, SEMARANG - Musim kemarau mulai berdampak terhadap ketersediaan air baku di Kota Semarang. PDAM Tirta Moedal pun meminta pelanggan, khususnya di wilayah Semarang Timur, menghemat penggunaan air.
Penurunan ketersediaan air baku terjadi di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kudu yang selama ini melayani kebutuhan air bersih masyarakat di sejumlah wilayah Semarang Timur.
Kondisi tersebut berpengaruh terhadap proses produksi sekaligus distribusi air kepada pelanggan. Debit air yang diterima masyarakat berpotensi mengecil, bahkan tidak mengalir apabila kondisi sumber air baku terus menurun.
Kepala Humas PDAM Kota Semarang Charisma Mayangsari mengatakan masyarakat perlu mulai menggunakan air secara bijak dan menyesuaikan pemakaian dengan kebutuhan sehari-hari.
"Kami mengimbau pelanggan untuk menggunakan air secara bijak dan menyesuaikan pemakaian dengan kebutuhan sehari-hari," kata Charisma, Sabtu (29/8).
Pelanggan juga diminta menampung air secukupnya ketika aliran masih tersedia. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi apabila sewaktu-waktu terjadi gangguan pelayanan akibat penurunan debit.
Menurut Charisma, sejumlah wilayah Semarang Timur berpotensi terdampak kondisi tersebut.
Di antaranya Bukit Kencana Jaya, Bukit Sendangmulyo, Rowosari, Meteseh, Kebontaman, Kedungmundu, Sendangguwo, Gayamsari Selatan, Kinibalu, Karanggawang, Plamongan Sari, Plamongan Indah, Penggaron, Pedurungan, Majapahit, Fatmawati, Klipang, Ketileng, Jomblang, Tentara Pelajar, Peterongan, Tanah Putih, Wahidin, dan Singotoro.



















































