Kembangkan Tsabbit Farm, CSR PIK2 Perkuat Rantai Pasok Peternakan Bebek

3 hours ago 16

Kembangkan Tsabbit Farm, CSR PIK2 Perkuat Rantai Pasok Peternakan Bebek

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

CSR PIK2 perkuat rantai pasok peternakan bebek, terapkan standar terintegrasi di Tsabbit Farm. Foto: Dok. PIK2

jpnn.com, JAKARTA - Penguatan ketahanan pangan memerlukan sistem produksi yang terukur dan berstandar.

Hal itu menjadi dasar pendekatan CSR PIK2 dalam mendukung pengembangan Tsabbit Farm Desa Babakan Asem, Kecamatan Teluknaga, Tangerang, sebagai pusat budi daya bebek pedaging sekaligus penyedia bibit unggul.

Program ini disusun dalam kerangka ekosistem terintegrasi yang mencakup penyediaan Day Old Duck (DOD) berkualitas, penerapan standar operasional pemeliharaan, serta pendampingan berkelanjutan bagi masyarakat sekitar.

Skema tersebut dirancang untuk memastikan konsistensi mutu sekaligus memperkuat rantai pasok peternakan di tingkat lokal.

Perwakilan Agung Sedayu Group untuk Indonesia sekaligus CSR PIK2 Ela menegaskan perusahaan menempatkan kualitas dan keberlanjutan sebagai prioritas utama dalam pelaksanaan program.

“Melalui program ketahanan pangan, CSR PIK2 hadir mendukung Tsabbit Farm dalam membangun ekosistem peternakan bebek yang terintegrasi. Bukan sekadar budidaya, kami memastikan standar kualitas terjaga mulai dari penyediaan bibit unggul (Day Old Duck/DOD), proses pemeliharaan yang terstandarisasi, hingga pendampingan berkelanjutan bagi masyarakat sekitar,” ujar Ela.

Dia menambahkan pendekatan sistemik tersebut merupakan wujud komitmen untuk menciptakan kemandirian ekonomi sekaligus memperkuat kedaulatan pangan masyarakat.

Secara operasional, integrasi hulu hingga hilir memungkinkan pengendalian kualitas lebih optimal. Bibit unggul dipastikan melalui seleksi dan suplai terstandar, sementara proses pemeliharaan mengikuti prosedur yang menjaga kesehatan ternak serta efisiensi produksi.

CSR PIK2 perkuat rantai pasok peternakan bebek, terapkan standar terintegrasi di Tsabbit Farm.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |