jabar.jpnn.com, KOTA BANDUNG - Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jawa Barat mencatat sebanyak 5.000 warga Jabar masih berada di Arab Saudi untuk melaksanakan umrah di tengah konflik Israel dengan Iran.
Pemerintah memastikan pelaksanaan ibadah sunah itu berjalan aman dan dalam pemantauan ketat.
Berdasarkan data Sistem Komputerisasi Pengelolaan Umrah dan Haji Khusus (SISKOPATUH), tercatat sebanyak 58.873 jemaah umrah asal Indonesia masih berada di Arab Saudi. Dari jumlah tersebut, sekitar 8 persennya berasal dari Jawa Barat.
"Itu Jawa Barat kita minta data tadi siang dari pusat itu ada sekitar 4.000 sampai 5.000 orang yang masih ada di Tanah Suci baik di Makkah maupun di Madinah," kata Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jawa Barat Boy Hary Novian, Selasa (3/3/2026).
Ia menjelaskan, ribuan jemaah asal Jabar itu tidak dalam kondisi tertahan, melainkan belum memasuki jadwal kepulangan. Saat ini, masih ada yang baru melaksanakan umrah, mengingat pelaksanaan umrah berlangsung 9 hingga 12 hari.
"Iya memang belum jadwalnya pulang saja jadi bukan tertahan, maksudnya kalaupun yang di cancel juga itu kalau untuk Lion, Garuda, Saudi Airline itu masih tetap melakukan penerbangan jadwalnya seperti biasa," ujarnya.
Pengetatan pelaksanaan umrah dan haji tengah diperketat menyusul adanya ketegangan antara Israel dengan Iran. Upaya ini dilakukan agar jemaah Indonesia terhindar dari marabahaya.
Boy menuturkan, terdapat jadwal kepulangan yang tertunda karena dikhawatirkan eskalasi ketegangan meluas.

















































