bali.jpnn.com, DENPASAR - Kanwil Kemenkum Bali menjadi tuan rumah penyelenggaraan Forum Nasional Anak Bangsa Aset Bangsa, Senin (22/6).
Mengusung tema besar “Optimalisasi Anak Bangsa Multikultural Menjadi Aset Negara”, forum ini menyoroti langkah krusial untuk memperkuat posisi Indonesia di kancah internasional.
Fokus utama yang dibedah dalam forum ini adalah urgensi penyempurnaan regulasi, dengan subtema yang cukup berani.
"Mendorong Reformasi Undang-Undang Kewarganegaraan untuk Memperkuat Daya Saing Nasional, Menarik Talenta Global, dan Mengoptimalkan Peran Diaspora Indonesia."
Kegiatan yang digelar Harapan Keluarga Antar-Negara (HAKAN) ini dihadiri oleh unsur pemerintah, akademisi, praktisi hukum dan pemerhati diaspora.
Hadir juga masyarakat yang memiliki perhatian terhadap isu kewarganegaraan, perkawinan campuran, dan perlindungan hak-hak anak berkewarganegaraan ganda.
Ketua Panitia Melany Dian dalam laporannya menyampaikan bahwa forum ini menjadi ruang diskusi strategis untuk membahas bagaimana mengoptimalkan potensi anak bangsa yang memiliki latar belakang multikultural agar dapat menjadi aset negara.
Menurut Melany Dian, negara perlu memberikan ruang dan kesempatan yang lebih luas bagi anak-anak hasil perkawinan campuran maupun diaspora Indonesia untuk berkontribusi bagi pembangunan nasional.
















































