jpnn.com, JAKARTA - Setelah Pekan Nasional Petani Nelayan XVII 20-25 Juni 2026 lalu Kementan mendorong teknologi bioreaktor B100 berbasis minyak sawit mentah (CPO) guna mendukung pengembangan biodiesel nasional.
Jika pemerintah saat ini sudah menerapkan B50, maka teknologi bioreaktor diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi energi terbarukan di tingkat petani dan nelayan.
Sebelumnyq, inovasi berupa bioreaktor tersebut ditampilkan melalui Warehouse Hilirisasi Perkebunan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional dan meningkatkan nilai tambah komoditas perkebunan.
Teknologi yang diperkenalkan Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) bersama Direktorat Jenderal Perkebunan serta Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian itu mampu mengubah CPO menjadi biosolar B100 atau bahan bakar nabati 100 persen.
Kepala BRMP Fadjry Djufry mengatakan inovasi tersebut menjadi langkah strategis dalam mendukung transisi energi berbasis sumber daya domestik.
“Inovasi ini merupakan langkah strategis dalam mendorong transisi energi nasional berbasis sumber daya domestik, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak," katanya
Menurut dia, pengembangan teknologi hilirisasi perkebunan merupakan bagian dari upaya memperkuat kemandirian sektor pertanian Indonesia di tengah tantangan energi dan pangan yang terus berkembang.
Modernisasi pertanian, lanjutnya, tidak lagi hanya berorientasi pada peningkatan produksi. Pemanfaatan teknologi dan hilirisasi dinilai penting agar komoditas perkebunan memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.






















































