jatim.jpnn.com, SURABAYA - Di panggung dangdut, mereka terbiasa berdiri dengan senyum, menyanyikan kisah orang lain tentang cinta, luka, dan harapan. Tapi kali ini, mereka justru menjadi bagian dari kisah yang paling menyakitkan dalam hidup mereka sendiri.
Sejumlah biduan dangdut di Surabaya serta daerah lain di Jawa Timur, mulai dari Gresik, Sidoarjo, Mojokerto, hingga Jombang diduga menjadi korban arisan bodong yang menyeret nama rekan seprofesi mereka berinisial NS.
Jumlah korban yang disebutkan kini tidak sedikit, berkisar antara 84 hingga 100 orang, dan masih berpotensi bertambah.
Awalnya semua terasa ringan. Hanya obrolan sesama teman panggung, saling percaya, lalu ajakan untuk ikut arisan dengan janji keuntungan cepat.
Skemanya terdengar sederhana, setor Rp1.000.000, dalam waktu sekitar satu minggu bisa kembali menjadi Rp1.200.000.
“Awalnya memang lancar, benar-benar kembali. Jadi, kami percaya,” kata Ema Ayunda, biduan asal Semampir, Surabaya saat dihubungi, Rabu (20/5).
Kepercayaan itu membuat banyak orang ikut serta, bahkan Ema sempat menambah setoran hingga Rp2.000.000, dan kembali menerima sekitar Rp2.800.000 di awal. Namun, itulah titik yang kemudian menjadi awal masalah.
Memasuki akhir April 2026, arisan mulai tersendat. Ada yang tidak lagi menerima pencairan, ada yang hanya dijanjikan, dan ada yang mulai panik karena uang mereka tidak kembali.


















































