jpnn.com, JAKARTA - Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Sultan B Najamudin, mengeluarkan imbauan kepada seluruh pihak di dunia untuk menahan diri di tengah meningkatnya eskalasi konflik global. Menurutnya, situasi yang berkembang saat ini tidak hanya berdampak pada aspek geopolitik, tetapi juga menyentuh sensitivitas umat Islam yang tengah menjalankan ibadah di bulan suci Ramadan menjelang Idulfitri.
Sultan menyoroti bahwa konflik yang terjadi berpotensi mengganggu stabilitas kawasan, khususnya di negara-negara dengan mayoritas penduduk Muslim. Ia menegaskan bahwa sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki tanggung jawab moral untuk mendorong terciptanya perdamaian global.
“Kami mengajak semua pihak untuk menahan diri dan mengedepankan dialog. Menjelang Idulfitri, momentum ini seharusnya menjadi ruang untuk kembali pada nilai-nilai fitrah—kedamaian, persatuan, dan kemanusiaan,” ujar Sultan dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (19/3).
Lebih lanjut, ia menyampaikan keprihatinan mendalam atas konflik yang masih terjadi di berbagai belahan dunia. Pihaknya berharap agar permusuhan dapat segera dihentikan dan semua pihak memilih jalan damai sebagai solusi bersama.
“Rakyat Indonesia sangat prihatin atas konflik yang terjadi. Kami berharap semua pihak yang bertikai dapat segera menghentikan permusuhan dalam bentuk apa pun, dan memilih jalan damai sebagai solusi bersama,” tegasnya.
Ketua Dewan Pembina Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) ini juga mengingatkan bahwa konflik saat ini bersifat asimetrik, tidak hanya di medan perang tetapi juga di medan informasi. Ia meminta masyarakat untuk cerdas dalam menyaring informasi di era digital dan kecerdasan buatan agar tidak terjebak pada berita bohong.
“Konflik ini bersifat asimetrik, bukan hanya di medan perang, tapi juga di medan informasi. Karena itu, masyarakat harus cerdas—jangan sampai terjebak pada informasi bias dan hoaks yang justru memperkeruh keadaan,” katanya.
Ia menambahkan bahwa menjaga kejernihan berpikir menjadi krusial agar ruang publik tidak dipenuhi oleh narasi yang tidak terverifikasi dan berpotensi memecah persatuan. Sultan turut mengapresiasi langkah sejumlah negara yang memilih menahan diri dan tidak memperluas konflik sebagai bentuk kedewasaan dalam menjaga stabilitas global.

















































