jakarta.jpnn.com - Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Al-Washliyah (PP GPA) Aminullah Siagian menilai tudingan Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo yang menyebut Kapolri Listyo SIgit Prabowo membangkang perintah Presiden Prabowo Subianto adalah tuduhan tidak berdasar.
“Pernyataan Gatot Nurmantyo itu tidak hanya menyesatkan, tetapi berbahaya,” kata Aminullah, Senin (9/2).
Aminullah Siagian menilai Gatot Nurmantyo seolah membangun opini bahwa Kapolri melawan Presiden Prabowo.
“Padahal, kebijakan Presiden Prabowo sendiri secara tegas menyatakan Polri tetap berada langsung di bawah Presiden, sesuai amanat konstitusi dan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Polri,” ujar Aminullah.
Aminullah juga mengkritik keras sejumlah tokoh yang kerap dikaitkan dengan gagasan Reformasi Polri, yang dinilai sering menggulirkan wacana penempatan Polri di bawah kementerian khusus.
Aminullah menilai wacana tersebut tidak lahir secara netral, tetapi bagian dari gerakan besar yang terstruktur, sistematis, dan masif untuk melemahkan Polri sebagai institusi strategis negara.
“Ini bukan lagi sekadar perbedaan pendapat akademik. Ada pola yang berulang, narasi yang sama, dan momentum politik yang dimanfaatkan. Kami melihat ada upaya sistematis untuk mendegradasi Polri, sekaligus membangun ketidakpercayaan publik terhadap Kapolri,” kata Aminullah.
Aminullah menilai narasi yang dibangun Gatot Nurmantyo dan sejumlah tokoh tersebut berpotensi membenturkan Kapolri dengan Presiden sekaligus melemahkan legitimasi pemerintahan Prabowo di mata publik.



















































