jpnn.com - MOSKOW - Berikut ini gambaran kondisi di Selat Hormuz setelah Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan baru terhadap Iran di hari kedua, Kamis.
Menurut laporan Bloomberg, Kamis, yang mengutip data pelacakan kapal, aktivitas pelayaran melalui Selat Hormuz nyaris terhenti.
Berdasarkan data tersebut, pergerakan kapal yang masih terlihat di Selat Hormuz sebagian besar berada di jalur yang disetujui Iran di sisi utara.
Sementara itu, jalur yang didukung Amerika Serikat di sepanjang pesisir Oman hampir tidak menunjukkan aktivitas pelayaran.
Hanya sebuah kapal kontainer berbendera Iran serta sebuah kapal tanker raksasa terlihat berlayar dari kawasan Teluk, yang dikenai sanksi Amerika Serikat.
Kendati demikian, sebagian kapal kemungkinan berlayar dengan transponder dimatikan sehingga tidak terdeteksi.
Sedangkan pada Rabu (8/7), hanya ada 14 kapal pengangkut komoditas melintasi Selat Hormuz pada dua arah.
Jumlah tersebut menjadi yang terendah sejak Amerika Serikat dan Iran menandatangani nota kesepahaman pada 18 Juni lalu, tambah laporan Bloomberg.






















































