jatim.jpnn.com, SURABAYA - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengimbau masyarakat Kota Pahlawan menunda rencana bepergian ke luar negeri.
Hal ini menyikapi situasi di Timur Tengah yany memanas setelah Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangkaian serangan ke sejumlah target di Iran, termasuk Teheran, Sabtu (28/2).
Serangan tersebut dilaporkan menimbulkan kerusakan dan korban sipil serta meningkatkan ketegangan geopolitik di kawasan.
"Kemarin kami rapatkan juga, untuk warga Surabaya yang hari ini ketika kondisi Timur Tengah lagi agak panas begini, ada perang maka saya berharap warga Surabaya untuk tidak ke luar negeri dulu, ketika ada suasana yang seperti ini," ujar Eri, Selasa (3/3).
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya juga memberi perhatian khusus kepada warga Surabaya yang saat ini berada di kawasan Timur Tengah.
Eri meminta warga di sana agar meningkatkan kehati-hatian, memantau perkembangan situasi setempat, dan mengikuti arahan otoritas berwenang demi keselamatan masing-masing.
"Warga Surabaya yang ada di Timur Tengah dengan adanya kejadian yang seperti ini, saya berharapnya hati-hati," katanya.
Menurut dia, dinamika perang tidak dapat diprediksi, terutama karena serangan bisa terjadi sewaktu-waktu dan di berbagai titik. Oleh karena itu, dia kembali mengingatkan agar warga tidak menganggap enteng situasi yang berkembang dan tetap mengutamakan keselamatan.

















































