Kopassus dan Siksaan Jiwa Raga demi Memperoleh Baret Merah

4 hours ago 17

Kopassus dan Siksaan Jiwa Raga demi Memperoleh Baret Merah

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Kopassus dan Siksaan Jiwa Raga demi Memperoleh Baret Merah

jpnn.com, JAKARTA - Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI Angkatan Darat (TNI AD) genap berusia 74 tahun pada Kamis ini (16/4/2026). Tanggal tersebut tidak terlepas dari sejarah awal berdirinya korps pasukan elite itu pada 1952.

Pada 16 April 1952, Kolonel Alex Kawilarang mendirikan Kesatuan Komando (Kesko) Tentara Teritorium (TT) III/Siliwangi.

Saat itu, jabatan komandan Kesko TT III dipercayakan kepada Mochamad Idjon Djanbi, mantan anggota Korps Speciale Troepen Kerajaan Belanda di Perang Dunia II.

Seiring waktu, nama korps pasukan elite itu berganti berkali-kali. Dari Kesko TT III pada 1952, namanya berubah menjadi Korps Komando Angkatan Darat (KKAD) pada 18 Maret 1953 dan ditempatkan langsung di bawah Mabes Angkatan Perang Republik Indonesia (APRI).

Namun, saat itu pasukan elite TNI AD tersebut masih berbaret cokelat. Baru pada 1955, KKAD ditingkatkan menjadi Resimen Pasukan Komando Angkatan Darat (RPKAD).

Pada 25 Juli 1955, RPKAD untuk pertama kalinya mengenakan baret merah. Syahdan pada 1959, kepanjangan RPKAD diubah menjadi Resimen Para Komando Angkatan Darat dengan markas baru di Cijantung, Jakarta Timur.

Selanjutnya, nama korps pasukan elite kebangaan bangsa itu terus berganti, antara lain, menjadi Pusat Pasukan Khusus (Puspasus) pada 1966, dan Komando Pasukan Sandhi Yudha atau Kopassandha (1971). Nama Kopassus baru disematkan pada 26 Desember 1986 dan bertahan hingga kini.

Apa pun namanya, Kopassus bertahan dengan legendanya. Nama yang melegenda itu bukan hanya karena kiprahnya, melainkan juga pendidikan khusus untuk tentara yang mau bergabung di dalamnya.

Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI Angkatan Darat (TNI AD) genap berusia 74 tahun pada Kamis ini (16/4/2026).

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |