bali.jpnn.com, LOMBOK TIMUR - Kanwil Kemenkum NTB melakukan pengawasan dan pendampingan terhadap Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Kopi Arabika Sembalun pada Sabtu (23/05) hingga Minggu (24/05).
Langkah ini diambil untuk memastikan kualitas, reputasi, dan pemanfaatan Indikasi Geografis Kopi Arabika Sembalun tetap terjaga sesuai dokumen deskripsi.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Kanwil Kemenkum NTB dalam memastikan produk unggulan daerah yang telah memperoleh perlindungan Indikasi Geografis (IG) dapat dikelola secara berkelanjutan.
Kegiatan ini juga untuk memberikan nilai tambah bagi petani, serta mendukung pengembangan ekonomi dan pariwisata di kawasan Sembalun.
Kakanwil Kemenkum NTB I Gusti Putu Milawati, menyampaikan apresiasi kepada para pelaku dan pengelola Indikasi Geografis Kopi Arabika Sembalun yang telah konsisten menjaga kualitas dan reputasi produk.
Ia mengimbau agar pengembangan Kopi Arabika Sembalun dilakukan secara natural dan berkelanjutan, dengan tetap memperkuat sistem serta kualitas yang telah terbentuk sebelum melakukan pengembangan yang lebih luas.
“Penguatan kualitas dan sistem pengelolaan menjadi hal penting agar Kopi Arabika Sembalun tetap memiliki reputasi yang baik sebagai produk Indikasi Geografis.
Pengembangannya harus dilakukan secara berkelanjutan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh petani, pelaku usaha, dan masyarakat Sembalun,” ujar Kakanwil Milawati.


















































