jatim.jpnn.com, TULUNGAGUNG - Jumlah pelajar SMK Sore Tulungagung yang mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) bertambah menjadi 15 orang.
Data tersebut diperoleh dari hasil survei epidemiologi yang dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tulungagung pada Jumat (23/1).
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Tulungagung dr Aris Setiawan mengatakan survei dilakukan terhadap seluruh siswa SMK Sore Tulungagung yang berjumlah sekitar 2.900 orang untuk mendeteksi kemungkinan adanya tambahan kasus.
"Dalam proses survei epidemiologi, kami menemukan empat pelajar yang sempat dirawat di UKS dengan gejala yang sama. Namun, kondisinya sudah membaik setelah mendapatkan obat dan diperbolehkan pulang," kata Aris.
Selain itu, Dinkes juga menerima laporan dua pelajar yang mendatangi fasilitas layanan kesehatan dengan keluhan gangguan pencernaan. Masing-masing satu orang berobat ke Puskesmas Beji dan satu orang ke Puskesmas Simo.
Dengan tambahan tersebut, total pelajar yang mengalami gejala dugaan keracunan makanan kini mencapai 15 orang. Jumlah itu bertambah enam orang dari laporan awal yang mencatat sembilan pelajar mengalami keluhan serupa.
"Total saat ini ada 15 pelajar yang mengalami gejala gangguan pencernaan dan diduga terkait konsumsi MBG dari SPPG Moyoketen I," ujarnya.
Dinkes Tulungagung akan terus melakukan pemantauan kesehatan terhadap pelajar dan guru SMK Sore Tulungagung selama dua hari ke depan untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya kasus baru.


















































