bali.jpnn.com, BULELENG - Gubernur Wayan Koster berkesempatan tatap muka dengan pecalang di Desa Adat Buleleng, tepat pada saat perayaan Tumpek Uye, Sabtu (7/2) kemarin.
Dalam pertemuan yang berlangsung di Setra Desa Adat Buleleng itu, Koster menyerahkan bantuan seragam kepada 503 pecalang dari 14 Banjar Adat di Desa Adat Buleleng.
Seragam lengkap yang terdiri dari udeng, baju, kamen hingga saput senilai Rp 250 juta ini merupakan dukungan dari Perumda Kertha Bali Saguna.
Bantuan seragam ini adalah bentuk penghargaan atas dedikasi pecalang yang selama ini ngayah tanpa pamrih.
Menyusul Desa Adat Buleleng, Koster juga akan memberikan bantuan seragam bagi seluruh pecalang di Bali yang jumlahnya lebih dari 20 ribu orang.
Dalam sesi dialog, seorang pecalang menyinggung realisasi pemberian insentif bagi para pecalang di Desa Adat.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Koster menegaskan bahwa pecalang memiliki peran yang sangat penting sebagai ujung tombak pengamanan adat dan mendamaikan masyarakat Bali.
Bahkan dalam berbagai kondisi mendesak, pecalang sering dilibatkan pemerintah di luar peran TNI dan Polri.

















































