jabar.jpnn.com, KOTA BOGOR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor segera merealisasikan pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di dua lokasi, yakni Galuga dan Kayumanis.
Proyek ini dinilai sebagai langkah strategis dalam meningkatkan sistem pengelolaan sampah yang lebih modern dan berkelanjutan.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyampaikan bahwa Pemkot Bogor telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) untuk pembangunan PSEL Bogor Raya yang berlokasi di Galuga.
Selanjutnya, dalam waktu sekitar tujuh minggu, akan dilakukan penandatanganan PKS untuk proyek serupa di Kayumanis.
“Insyaallah kita akan memiliki dua PSEL. Alhamdulillah, berkat dorongan semua pihak, Kota Bogor dapat memanfaatkan momentum ini untuk mengelola sampah dari hulu hingga hilir. Mohon doa agar program PSEL dapat terimplementasi dengan baik,” ujar Dedie saat memimpin rapat pimpinan di Vihara Dhanagun, Rabu (22/4/2026).
Menurutnya, selama ini pengelolaan sampah di Kota Bogor masih dilakukan dengan metode konvensional, yakni ditumpuk, diangkut, dan dibuang secara terbuka.
Cara tersebut dinilai berdampak negatif terhadap lingkungan, termasuk menurunnya produktivitas lahan serta meningkatnya polusi.
Dengan hadirnya fasilitas PSEL, sampah akan diolah menjadi energi listrik yang memiliki nilai tambah serta lebih ramah lingkungan.


















































