KPK Sita Rp1 Miliar dan Mobil Mewah dari Kasus Korupsi Bea Cukai

6 hours ago 21

KPK Sita Rp1 Miliar dan Mobil Mewah dari Kasus Korupsi Bea Cukai

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita satu unit kendaraan roda empat dan 78 ribu dolar Singapura dalam bentuk tunai terkait kasus dugaan korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan. FOTO: Ilustrasi: arsip JPNN.com/Ricardo

jpnn.com, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita satu unit kendaraan roda empat dan 78 ribu dolar Singapura dalam bentuk tunai terkait kasus dugaan korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan.

"Hari ini, Senin (16/3), penyidik melakukan penyitaan terhadap pihak terkait berupa satu unit kendaraan roda empat dan uang tunai senilai 78 ribu dolar Singapura atau ekuivalen sekitar Rp1 miliar lebih," ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada para jurnalis di Jakarta, Senin (16/3).

Budi menjelaskan penyitaan tersebut dilakukan KPK sebagai salah satu upaya pemulihan kerugian keuangan negara. Ia mengatakan KPK akan terus mengembangkan kasus Bea Cukai dengan menelusuri peran dari pihak-pihak lain, serta melacak aliran uang hasil dugaan korupsinya.

"Terlebih korupsi di sektor kepabeanan ini tidak hanya mendegradasi potensi penerimaan negara, tetapi juga berdampak buruk pada daya saing dan iklim bisnis nasional, termasuk bagi para pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia," katanya.

Sebelumnya, pada 4 Februari 2026, KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan Ditjen Bea Cukai Kemenkeu. Pada hari yang sama, KPK mengungkapkan salah seorang yang ditangkap adalah Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Sumatera Bagian Barat, Rizal.

Sehari kemudian, KPK mengumumkan enam dari 17 orang yang ditangkap ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait impor barang KW atau tiruan. Mereka adalah Rizal selaku Direktur Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai periode 2024-Januari 2026, Kepala Subdirektorat Intelijen Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Sisprian Subiaksono, dan Kepala Seksi Intelijen Bea Cukai Orlando Hamonangan.

Tiga tersangka lainnya berasal dari pihak swasta, yakni pemilik Blueray Cargo John Field, Ketua Tim Dokumentasi Importasi Blueray Cargo Andri, serta Manajer Operasional Blueray Cargo Dedy Kurniawan.

Pada 26 Februari 2026, KPK kembali menetapkan Kepala Seksi Intelijen Cukai Direktorat Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai, Budiman Bayu Prasojo, sebagai tersangka baru. Keesokan harinya, KPK mengumumkan pendalaman dugaan korupsi dalam pengurusan cukai setelah menyita Rp5,19 miliar dalam lima koper dari rumah aman di Ciputat, Tangerang Selatan, yang diduga berasal dari kepabeanan dan cukai. (antara/jpnn)


KPK sita 78 ribu dolar Singapura dan satu mobil terkait kasus dugaan korupsi di Ditjen Bea Cukai.


Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |