jatim.jpnn.com, SURABAYA - Ramai di media sosial sejumlah limbah suntik tercecer di sebuah saluran air di sekitar Pondok Tjandra Sidoarjo. Selain itu, terlihat plastik bertuliskan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.
Merespons hal itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan telah meminta jajarannya untuk mengecek kebenaran dari video viral tersebut dengan mengecek ke lokasi temuan.
“Terkait limbah rumah sakit, kami tidak pernah punya spuit (suntik) merek itu. Kedua bungkus di sana itu adalah bungkus obat,“ kata Eri di Balai Kota Surabaya, Rabu (27/8).
Eri menyebut berdasarkan hasil penelusuran Pemkot Surabaya, merek suntik yang terekam dalam video viral tersebut tidak pernah digunakan oleh RSUD Eka Candrarini (EC).
"Jadi, merek spuit itu tidak pernah ada di rumah sakit Eka Candrarini. Selama pengadaan berdirinya rumah sakit sampai hari ini, tidak ada yang nama spuit merek itu," ujarnya.
“Spuit-spuitnya itu banyak, ini sudah cek di lokasi, DLHK (Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten) Sidoarjo dengan LH Surabaya dan RSUD EC. Jadi, tidak ada (merek) spuit itu,” imbuh dia.
Pemkot Surabaya disebut memiliki mekanisme pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) melalui pihak ketiga. Mereka bakal langsung menghancurkan limbahnya.
“Ketika ada spuit yang termasuk jarum maka itu dilepas dan itu dimasukkan ke dalam pemrosesan yang diambil pihak ketiga dihancurkan dalam limbah B3," ucapnya.



















































