jpnn.com, JAKARTA - Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah III menargetkan kampus-kampus di Jakarta dapat bebas sampah mulai tahun depan.
Target tersebut akan didorong melalui pembentukan Konsorsium Sampah yang mengintegrasikan riset, inovasi, dan aksi nyata perguruan tinggi dalam mengatasi persoalan lingkungan.
Komitmen itu disampaikan Kepala LLDikti Wilayah III, Dr. Henri Tambunan, dalam Ramah Tamah Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, seusai upacara bendera di Lapangan Institut Tarumanagara (ITARU), Jakarta Selatan, Senin (17/8).
Acara yang turut dihadiri Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Badri Munir Sukoco, tersebut menjadikan pengelolaan sampah berkelanjutan sebagai salah satu isu utama.
Perguruan tinggi didorong tidak hanya membicarakan persoalan lingkungan di ruang akademik, tetapi juga menghadirkan solusi konkret melalui pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi.
“Kami sedang menyiapkan Konsorsium Sampah, di mana nanti setiap perguruan tinggi didorong untuk memiliki pusat pengelolaan sampah melalui penerapan riset dan inovasi guna mengatasi persoalan lingkungan yang diakibatkan oleh sampah. Terlebih, hal ini memang tengah menjadi perhatian Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Target kami tahun depan kampus di Jakarta akan bebas sampah,” ujar Henri.
Persoalan sampah menjadi tantangan yang semakin kompleks seiring pertumbuhan penduduk, urbanisasi, dan perubahan pola konsumsi masyarakat.
Oleh karena itu, LLDikti Wilayah III menilai perguruan tinggi memiliki posisi strategis sebagai pusat ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi sekaligus agen perubahan dalam membangun budaya peduli lingkungan.

















































.jpeg)




