jateng.jpnn.com, SEMARANG - Proyek geotermal Gunung Ungaran dengan eksplorasi seluas 29.800 hektare akan dibangun di wilayah Kabupaten Semarang dan Kendal, Jawa Tengah.
Pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) Gunung Ungaran itu memiliki kapasitas 55 megawatt (MW). Listrik yang dihasilkan akan masuk ke jaringan interkoneksi PLN Jawa-Madura-Bali (Jamali).
Kepala Bidang Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Dinas ESDM Jawa Tengah Dwi Suryono mengatakan pembangunan proyek geotermal dengan wilayah kerja panas bumi (WKP) Gunung Ungaran ini membutuhkan tahapan panjang.
“Ini perlu perencanaan yang baik dengan 55 MW yang sudah masuk dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik, termasuk di dalam Ungaran ini,” ujar Dwi kepada JPNN.com, Kamis (27/8).
Pemegang WKP Gunung Ungaran harus mengantongi sejumlah perizinan di daerah, mulai rencana detail tata ruang (RDTR), lingkungan, serta pembebasan atau penyewaan lahan apabila diperlukan.
Baru kemudian pemegang WKP bisa memasuki fase pengeboran eksplorasi. Penentuan titik pengeboran akan mengikuti hasil kajian eksplorasi. Setelah itu, akan ada diskusi publik yang melibatkan masyarakat, pemerintah dan pemegang WKP.
Apabila proyek agung ini beroperasi, pemerintah daerah (pemda), baik Semarang dan Kendal akan mendapatkan bonus produksi. Ketentuan mengenai bonus produksi telah diatur dalam regulasi terkait pengusahaan panas bumi.
“Ini nilainya tergantung relatif tergantung dari kapasitas terpasang dari pembangkit tersebut,” kata Dwi.



















































