jatim.jpnn.com, SURABAYA - Anggota Komisi IX DPR RI Lucy Kurniasari menyebut Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mampu mendorong pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), peternak, serta petani lokal melalui keterlibatan dalam rantai pasok Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Menurut Lucy, program MBG tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga dirancang untuk menggerakkan ekonomi lokal di sekitar dapur SPPG.
“Program makanan bergizi gratis ini memiliki manfaat besar bagi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat sehingga harus diterima secara utuh oleh penerima manfaat sesuai standar yang telah ditetapkan,” kata Lucy dalam keterangannya di Surabaya, Selasa (24/2).
Lucy menjelaskan kebutuhan bahan baku makanan pada program MBG dipasok dari lingkungan sekitar sehingga menciptakan efek berganda terhadap perekonomian masyarakat.
Menurutnya, pelibatan pelaku UMKM, peternak, dan petani lokal menjadi bagian penting dalam memastikan perputaran ekonomi daerah berjalan lebih kuat.
Dia menambahkan pengelolaan SPPG melibatkan kepala SPPG, tenaga akuntansi, serta ahli gizi yang bertugas memastikan kualitas makanan dan tata kelola program berjalan dengan baik.
Lucy juga menyinggung angka stunting di Surabaya yang terus menurun sebagai salah satu indikator membaiknya kualitas dan pemerataan gizi masyarakat.
Dia mendorong masyarakat turut berperan dalam mengawasi pelaksanaan program agar manfaat ekonomi dan peningkatan gizi dapat berjalan optimal dan tepat sasaran.

















































