jatim.jpnn.com, SURABAYA - Mahasiswa Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknologi Elektro dan Informatika Cerdas (FTEIC) Nur Ahmad Justine Ivana menciptakan inovasi alat pemisah dan pengering padi yang mampu mengeringkan gabah basah hanya dalam waktu sekitar 10 menit.
Alat ini dirancang untuk membantu petani yang kerap mengalami kesulitan mengeringkan padi saat musim hujan.
“Ini saya rancang khusus untuk petani. Saat musim hujan, banyak yang kesulitan mengeringkan gabah. Jadi, dari kondisi basah, dalam 10 menit sudah bisa kering dan langsung bisa dijual,” ujar Justine.
Justine menjelaskan alat tersebut bekerja dengan sistem blower untuk memisahkan padi dengan sekamnya, kemudian gabah masuk ke ruang pemanas (heater) hingga kering.
“Dari corong dimasukkan, blower memisahkan sekam, sekam dibuang, padinya masuk ke heater sampai kering,” jelas mahasiswa yang meraih IPK 3,5 itu.
Untuk tahap awal, kapasitas alat masih sekitar dua kilogram gabah per proses. Namun, kapasitas bisa ditingkatkan dengan pengembangan mesin.
“Kalau mau kapasitas lebih besar, tinggal di-upgrade mesinnya,” katanya.
Menariknya, alat ini tergolong hemat energi dengan konsumsi listrik total sekitar 40 watt. Biaya pembuatan juga relatif murah karena memanfaatkan material daur ulang.



















































