jatim.jpnn.com, GRESIK - Arema FC mengakui tampil buruk di babak pertama saat kalah 2-3 dari Persik Kediri pada pekan ke-31 BRI Super League 2025/2026.
Pelatih Arema Marcos Santos menyebut minimnya intensitas dan determinasi menjadi penyebab utama kekalahan timnya.
“Pada jeda pertandingan saya harus menegur para pemain agar bereaksi. Jika tidak, kami bisa menanggung malu lagi,” ujar Marcos seusai laga di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, Minggu (3/5).
Menurut Marcos, teguran saat turun minum menjadi titik balik. Arema FC tampil lebih agresif di babak kedua dan mampu mencetak dua gol balasan.
“Pemain pada babak pertama belum siap. Setelah jeda mereka mencoba bereaksi dan kembali masuk ke dalam permainan,” ucapnya.
Meski kalah, Marcos menegaskan timnya tetap memburu hasil maksimal di sisa pertandingan musim ini.
Dia mengakui posisi yang relatif aman dari degradasi membuat sebagian pemain tampil kurang greget dalam beberapa laga terakhir.
“Kami harus terus mencari poin untuk memperbaiki posisi klasemen sekaligus melihat pemain untuk musim depan,” tuturnya.


















































