jpnn.com, SIGI - Masjid Darurat Al-Muhajirin dibangun di Desa Kamarora A, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, untuk memenuhi kebutuhan sarana ibadah masyarakat yang terdampak gempa bumi di wilayah Palu dan sekitarnya.
Pembangunan masjid darurat ini menjadi salah satu langkah cepat dalam pemulihan pascabencana, khususnya untuk memastikan warga tetap dapat menjalankan ibadah di tengah kondisi darurat.
Masjid darurat tersebut memiliki ukuran 10 meter x 10 meter dan dibangun sebagai fasilitas sementara pengganti rumah ibadah yang rusak akibat gempa.
Pimpinan Baznas Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, H. Idy Muzayyad, mengatakan banyak fasilitas umum, termasuk masjid, mengalami kerusakan sehingga tidak lagi dapat digunakan masyarakat.
"Kami turut berduka atas bencana gempa bumi di Palu, Sulawesi Tengah. Saat ini Baznas terus mengerahkan sejumlah kekuatan dan bantuan kemanusiaan, termasuk pembangunan masjid darurat ini," ujar Idy dalam keterangan tertulis, Selasa (23/6).
Ia menjelaskan, keberadaan masjid darurat menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat yang masih dalam proses pemulihan pascabencana.
"Baznas membangun masjid darurat ini sebagai solusi cepat agar masyarakat tetap memiliki tempat ibadah yang layak dan aman," katanya.
Idy menegaskan bahwa pembangunan masjid darurat merupakan bagian dari amanah dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun dari masyarakat dan disalurkan untuk membantu korban bencana.




















































