Medan Magnet Rel Tak Bikin Mobil Mogok, Ini Penjelasan Ilmiahnya

2 hours ago 14

Medan Magnet Rel Tak Bikin Mobil Mogok, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Pengendara mobil menunggu untuk kereta api melintas di jalur perlintasan kereta api sebidang di Tanah Kusir, Kebayoran Lama, Jakarta, Minggu (3/5/2026). (ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/wsj)

jpnn.com, JAKARTA - Isu mobil mendadak mogok saat melintasi perlintasan kereta api sebidang kembali ramai dibicarakan.

Namun, pakar menegaskan anggapan bahwa medan magnet rel kereta menjadi penyebabnya tidak memiliki dasar ilmiah.

Pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung, Yannes Martinus Pasaribu, menyebut medan magnet di sekitar rel kereta api terlalu lemah untuk mengganggu sistem kelistrikan mobil modern.

Menurut dia, besaran medan magnet di area rel hanya berkisar 0,5 hingga 5 mikroTesla.

Angka itu jauh di bawah medan magnet alami bumi yang mencapai 25 sampai 65 mikroTesla.

Dengan kata lain, kendaraan sehari-hari sebenarnya sudah terbiasa terpapar medan magnet yang lebih kuat tanpa mengalami gangguan.

“Secara ilmiah, tidak ada mekanisme yang memungkinkan medan magnet perlintasan kereta merusak ECU atau sistem kelistrikan kendaraan modern,” ujar Yannes.

Tak hanya lemah, frekuensi medan magnet di sekitar rel juga sangat rendah, di bawah 50 Hz. Kondisi ini membuat energinya tidak cukup untuk memicu arus listrik yang dapat mengganggu komponen elektronik kendaraan.

Pakar menegaskan anggapan bahwa medan magnet rel kereta menjadi penyebab mobil mogok tidak memiliki dasar ilmiah.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |