jpnn.com, JAKARTA - Gelombang serangan siber kembali menyasar Indonesia. Kali ini, kelompok peretas yang dikenal sebagai SilverFox.
Temuan diungkap tim Riset dan Analisis Global dari Kaspersky, yang memantau aktivitas kelompok tersebut sejak akhir 2025.
Indonesia menjadi salah satu target utama, bersama sejumlah negara lain seperti India, Afrika Selatan, dan Rusia.
Serangan dilakukan dengan cara yang terbilang klasik, tetapi tetap efektif: phishing.
Pelaku mengirim email yang dirancang menyerupai pemberitahuan resmi terkait audit atau pelanggaran pajak.
Di dalamnya, korban diarahkan untuk mengunduh file arsip yang diklaim berisi “daftar pelanggaran pajak”.
Di balik file itu, tersimpan pintu masuk bagi serangan lanjutan.
Peneliti keamanan mencatat, pendekatan ini sengaja memanfaatkan kepercayaan publik terhadap institusi resmi.





















.jpeg)
































