Menaker Yassierli Sebut Kolaborasi Lintas Pihak Kunci Penguatan Daya Saing Tenaga Kerja

4 days ago 14

Menaker Yassierli Sebut Kolaborasi Lintas Pihak Kunci Penguatan Daya Saing Tenaga Kerja

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli saat menyampaikan arahan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) 2026 di Jakarta, Selasa (23/6). Foto: Dokumentasi Biro Humas Kemnaker

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan Indonesia masih menghadapi tantangan dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan.

Karena itu, diperlukan penguatan kolaborasi lintas pihak agar kebijakan ketenagakerjaan dapat berjalan lebih efektif dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas tenaga kerja.

Menaker Yassierli menekankan amanat konstitusi terkait hak setiap warga negara untuk memperoleh pekerjaan dan penghidupan yang layak harus menjadi fondasi utama dalam perumusan kebijakan.

Namun, besarnya jumlah angkatan kerja dan dinamika ekonomi global menuntut adanya respons yang terkoordinasi dari seluruh pemangku kepentingan.

“PR kita masih panjang. Tantangan yang kita hadapi tidak sederhana dan memerlukan kerja bersama dari seluruh pihak,” kata Menaker Yassierli dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) 2026 di Jakarta, Selasa (23/6).

Menurut Yassierli, salah satu fokus utama pemerintah saat ini adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia agar selaras dengan kebutuhan industri yang terus berkembang.

Selain pendidikan formal, pekerja dituntut memiliki keterampilan yang relevan, terutama yang berkaitan dengan perkembangan teknologi dan digital.

Perubahan tersebut menuntut penguatan keterampilan masa depan (future skills) sejak dini.

Menaker Yassierli mengungkapkan tantangan dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan saat menghadiri Rakernas KSPI, simak selengkapnya

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |