Kebakaran hutan di negara bagian Victoria, Australia, berdampak bagi penduduk setempat, tak terkecuali warga Indonesia.
Suhu di titik rawan api yang mencapai lebih dari 40 derajat celsius ditambah angin kencang, diduga memicu kobaran api di beberapa kota kecil Victoria yang beribu kota Melbourne.
Pada Kamis, 8 Januari lalu, Angga Efriansyah sedang bekerja di perkebunan ceri di Kota Yarck sebelum dipulangkan karena asap kebakaran yang menebal.
Peserta Work and Holiday Visa (WHV) asal Pekanbaru itu mengatakan sudah menghirup asap kebakaran sejak pagi hari, namun baru dipulangkan pada pukul 12 siang.
"Ketika kami keluar, asapnya sudah tebal banget, dan langit sudah kemerahan," katanya.
"Api mungkin sudah berada di belakang bukit."
Angga mengatakan ketika itu, kebakaran sudah terjadi di Kota Longwood, yang berjarak 81 kilometer dari Kota Yarck.
Kebakaran Longwood merupakan salah satu yang terparah di Victoria, yang menyebabkan setidaknya 154 bangunan rata dengan tanah.






















































