jpnn.com, NEW YORK - Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni melakukan pertemuan bilateral dengan Secretariat Director Forest and Climate Leaders’ Partnership (FCLP), Emelyne Cheney, di Indonesian Lounge, Markas Perserikatan Bangsa-Bangsa, New York, Amerika Serikat, Selasa (12/5).
Pertemuan bilateral ini merupakan bagian dari implementasi arahan kebijakan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto untuk memperkuat kerja sama internasional dalam mendukung pelestarian hutan, pengelolaan hutan lestari, penguatan perdagangan karbon, serta peningkatan kontribusi Indonesia terhadap agenda iklim global.
Dalam pertemuan tersebut, Secretariat Director FCLP menyampaikan harapan besar agar Indonesia dapat bergabung menjadi anggota Forest and Climate Leaders’ Partnership. FCLP menilai Indonesia memiliki posisi strategis dalam kepemimpinan kehutanan global, termasuk dalam pengelolaan hutan tropis, rehabilitasi mangrove, serta pengembangan pasar karbon berbasis kehutanan.
FCLP menjelaskan bahwa organisasi tersebut berfokus pada enam bidang utama, yaitu penguatan kolaborasi internasional dalam ekonomi penggunaan lahan berkelanjutan dan rantai pasok, mobilisasi pembiayaan publik dan donor, transformasi sistem pembiayaan swasta, dukungan terhadap masyarakat adat dan komunitas lokal, penguatan pasar karbon kehutanan, serta pembangunan kemitraan internasional untuk menjaga hutan berintegritas tinggi.
Sekretariat FCLP juga memberikan fleksibilitas kepada Indonesia untuk memilih fokus kerja sama yang paling relevan dan memberikan manfaat strategis bagi kepentingan nasional Indonesia.
Selain itu, FCLP menawarkan dukungan jejaring internasionalnya untuk membantu mengamplifikasi berbagai capaian dan praktik baik sektor kehutanan Indonesia di tingkat global. Sekretariat FCLP juga menyatakan dukungan terhadap inisiatif World Mangrove Center dan siap menjembatani kerja sama dengan 38 negara anggota FCLP serta Uni Eropa.
Dalam kesempatan tersebut, Sekretariat FCLP turut mendorong Indonesia untuk mempertimbangkan pencalonan diri sebagai Co-Chair FCLP pada periode mendatang yang diharapkan berasal dari kawasan Asia.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyampaikan apresiasi atas komitmen FCLP dalam mempercepat implementasi Glasgow Leaders’ Declaration on Forest and Land Use. Menteri Kehutanan juga mengapresiasi berbagai prioritas FCLP tahun 2026, termasuk Forest Finance Roadmap, Intergovernmental Land Tenure Commitment, J-REDD+ Coalition, serta agenda greening construction.


















































