jpnn.com, TOKYO - Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menggelar pertemuan bilateral dengan Menteri Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Jepang, Suzuki Norikazu di Tokyo pada Selasa (31/3).
"Pertemuan ini menjadi bagian dari rangkaian kunjungan kenegaraan Presiden dalam rangka mempererat hubungan bilateral Indonesia dan Jepang," ungkap Menhut Raja Juli dalam keterangan tertulisnya, Rabu (1/4).
Dalam pertemuan tersebut, pihak MAFF menegaskan Indonesia merupakan mitra strategis bagi pemerintah Jepang, khususnya di sektor kehutanan.
MAFF menyampaikan komitmennya untuk terus mendukung berbagai inisiatif pengelolaan hutan tropis Indonesia, terutama melalui proyek-proyek yang dikoordinasikan oleh JICA.
Sebagai bentuk konkret dukungan tersebut, pada April 2026 MAFF akan menugaskan dua tenaga ahli untuk mendukung pelaksanaan proyek JICA terkait pengelolaan mangrove berkelanjutan di Indonesia.
Menhut Raja Juli menyampaikan apresiasi atas hubungan kerja sama yang terjalin lama dan produktif antara Indonesia dan Jepang, khususnya melalui berbagai proyek JICA di sektor kehutanan.
"Kami memandang kerja sama tersebut sebagai fondasi penting untuk memperkuat pengelolaan hutan berkelanjutan dan menjawab tantangan perubahan iklim global," tuturnya.
Menhut juga mengajak MAFF untuk bersama-sama meningkatkan kualitas melalui proyek JICA, sebagai bagian dari penguatan inisiatif World Mangrove Center.



















































