bali.jpnn.com, DENPASAR - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita angkat bicara terkait terkait kondisi ketenagakerjaan di sektor industri nasional.
Meski tidak menampik adanya efisiensi, ia menegaskan bahwa narasi mengenai gelombang PHK masif tidak sesuai dengan realitas data di lapangan.
Faktanya angka penyerapan tenaga kerja per Februari 2026 mencapai 20 juta jiwa.
Menperin Agus Gumiwang saat Peresmian Gedung Balai Pemberdayaan Industri Fesyen dan Kriya (BPIFK) di Badung, Bali, Jumat (8/5) mengatakan industri manufaktur nasional menunjukkan resiliensi dan daya tahan yang kuat di tengah dinamika global
Menurutnya, tingkat penciptaan lapangan kerja baru (job creation) diklaim jauh lebih tinggi dibandingkan angka PHK yang terjadi.
"Data ini mematahkan anggapan bahwa manufaktur sedang mengalami PHK di mana-mana.
Saya harus mengakui memang ada PHK, tetapi sebetulnya job creation-nya jauh lebih banyak daripada PHK yang ada di lapangan,” ujar Menteri Agus Gumiwang dilansir dari Antara.
Menperin Agus Gumiwang mengatakan ketahanan industri manufaktur sebelumnya juga telah terbukti saat pandemi COVID-19 melanda.

















































