jatim.jpnn.com, SURABAYA - Dinas Kesehatan Kota Surabaya memastikan belum ada kasus positif hantavirus yang terkonfirmasi di Kota Pahlawan.
Meski demikian, pihaknya meminta kewaspaan terhadap penyebaran virus tersebut.
Kepala Dinkes Surabaya dr Billy Daniel Messakh menjelaskan bahwa virus hantavirus penularannya berasal dari tikus. Kasus ini bukan penyakit baru karena virus tersebut sudah lama dikenal di dunia medis.
Namun, kasusnya bersifat sporadik sehingga belum menimbulkan lonjakan kasus seperti penyakit menular lainnya.
“Hantavirus ini sebenarnya bukan penyakit baru. Sudah lama ada dan penularannya dari tikus. Sampai sekarang di Surabaya juga belum ada kasus yang terbukti positif,” kata dr Billy, Jumat (8/5).
Dia menjelaskan, gejala hantavirus kerap menyerupai flu biasa atau common cold sehingga masyarakat diminta tetap waspada tanpa perlu merasa khawatir berlebihan.
Menurutnya, langkah paling penting saat ini adalah memperkuat deteksi dini dan menjaga daya tahan tubuh.
Sebagai bentuk antisipasi, Dinkes Surabaya mendorong agar pemeriksaan suhu tubuh di pintu masuk transportasi publik, seperti bandara, pelabuhan, dan jalur transportasi darat, kembali diaktifkan menggunakan alat pemindai suhu elektronik.

















































