bali.jpnn.com, DENPASAR - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid minta pemerintah di Bali tetap mencetak sawah baru.
Permintaan tersebut dilontarkan mengingat rendahnya luas lahan pangan pertanian berkelanjutan (LP2B) yang melampaui aturan batas minimal.
Menurut Nusron Wahid, LP2B di Bali saat ini belum sampai 87 persen berdasarkan RTRW.
“Oleh karena itu, yang lama (terlanjur alih fungsi) ditutup, tetapi sebelum ditutup, nanti bersama bupati/wali kota dicari solusinya, salah satunya cari lahan baru,” kata Nusron Wahid dilansir dari Antara.
Politikus Partai Golkar itu mengaku akan mengajukan ke Menteri Pertanian untuk mencetak sawah baru sebagai ganti yang sudah kadung dialihfungsikan untuk menjamin kepastian investasi di Provinsi Bali.
Nusron Wahid mengatakan LP2B merupakan sawah mutlak yang tidak dapat dialihfungsikan.
Berdasar Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025, diputuskan batas LP2B setidaknya 87 persen dari lahan baku sawah, sementara di Bali tersisa 62 persen.
Versi Nusron Wahid, berdasarkan Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan (KP2B) ditambah cadangan dan infrastruktur semestinya 90 persen, tetapi di Bali hanya 83 persen.



















































