Menuju Generasi Emas 2045, Anak-Anak Harus Bebas Perundungan

3 days ago 26

Menuju Generasi Emas 2045, Anak-Anak Harus Bebas Perundungan

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Ketua Umum Business Profesional Women (BPW) Indonesia, Giwo Rubianto mengatakan menuju Generasi Emas 2045, anak-anak harus bebas perundungan. Foto dok BPW

jpnn.com, JAKARTA - Perhatian publik kembali tertuju pada masa depan Anak Indonesia seiring masih maraknya perundungan. Hal itu dinilai menjadi ironi di tengah upaya mencapai target Generasi Indonesia Emas 2045. 

"Anak-anak masih jauh dari kata aman dari perundungan (bullying), kekerasan fisik dan psikis, hingga pelecehan seksual," kata Ketua Umum Business Profesional Women (BPW) Indonesia, Giwo Rubianto, Rabu (26/11).

BPW menyuarakan kegelisahannya terkait maraknya kasus kekerasan dan perundungan yang mengancam tumbuh kembang anak.

Situasi ini jika terus berlanjut dikhawatirkan akan menghambat potensi generasi muda untuk fokus menatap masa depan yang gemilang.

"Kondisi ini harus menjadi alarm bersama agar anak-anak dapat fokus mengejar masa depannya. Hal itu karena mereka adalah kunci untuk menjadi pemimpin masa depan yang berdaya saing global," tegas Giwo Rubianto.

Dia menyebutkan, terbentuknya Kabinet Merah Putih Presiden Prabowo Subianto yang memisahkan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) menjadi Kementerian HAM tersendiri adalah angin segar.

Hal ini diharapkan dapat meningkatkan keseriusan negara dalam melindungi hak-hak dasar warganya. 

Mantan Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) itu mencatat, bahwa sebelum ini, kasus-kasus kekerasan, pelecehan, dan perundungan seolah dianggap biasa di masyarakat.

Ketua Umum Business Profesional Women (BPW) Indonesia, Giwo Rubianto mengatakan menuju Generasi Emas 2045, anak-anak harus bebas perundungan

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |