jabar.jpnn.com, CIANJUR - Ribuan warga memadati Lapangan Pasir Munding, Desa Sukaraharja, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dalam perayaan Milangkala ke-21 Sanggar Seni Hibar yang digelar pada 20 Mei 2026 bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional.
Kegiatan budaya yang mengusung tema “Rampak Alam Cianjur” tersebut menjadi ajang pelestarian seni tradisional Sunda sekaligus bentuk penghormatan terhadap warisan budaya leluhur yang masih dijaga masyarakat adat Cibeber hingga kini.
Masyarakat dari berbagai kalangan, mulai dari orang tua, pemuda, remaja hingga anak-anak, tampak antusias mengikuti rangkaian acara yang berlangsung sejak sore hingga tengah malam.
Acara diawali dengan penampilan pembuka dari kelompok Seniman Sunda Bangkit (SSB) yang terdiri atas Tito, Aldo, dan Ganjar. Lawakan dan interaksi mereka berhasil mencairkan suasana serta menghibur masyarakat yang hadir.
Setelah jeda salat magrib, acara dilanjutkan dengan woro-woro budaya yang dibawakan oleh SSB. Tepat pukul 20.00 WIB, kegiatan resmi dibuka oleh pembawa acara Aep Bancet dan Tito.
Pertunjukan pertama yang ditampilkan adalah Ngarak Posong dari Padepokan Seni Hibar. Atraksi pawai budaya tersebut menjadi simbol rasa syukur masyarakat atas hasil panen yang melimpah sekaligus upaya menjaga tradisi leluhur.
Penampilan para pemuda Cibeber dalam Ngarak Posong mendapat sambutan meriah dari warga yang memenuhi lokasi acara.
Selain itu, Padepokan Seni Hibar juga menampilkan kesenian hadroh yang memadukan alat musik rebana dengan lantunan selawat Nabi Muhammad SAW. Kesenian tersebut dikenal luas di Cianjur yang memiliki julukan Kota Santri.



















































