jatim.jpnn.com, SURABAYA - Aksi vandalisme masih menjadi momok bagi Kota Surabaya. Karya seni mural di Jalan Gubeng Pojok dicoret-coret oleh oknum yang tak bertanggung jawab. Mirisnya, aksi vandalisme itu terjadi setelah satu minggu mural jadi atau pada 28 Oktober lalu.
Salah satu seniman mural Adeco Surabaya Surya Adi Rahman mengungkapkan mulanya dia diminta untuk mempercantik tembok di kawasan tersebut oleh Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya. Sebelum dimural, kawasan tersebut sudah menjadi sasaran spot vandalisme.
Tawaran itu diterima oleh Surya. Dia dan teman-temanya mulai melakukan mural pada September lalu.
Sejak awal dia sudah memperkirakan karyanya akan menjadi sasaran vandalisme sehingga Adeco mengajukan pemasangan CCTV.
"Mereka (pelaku vandalisme) akan berpikir bahwa 'oh ini kan spot biasa kami nyoret-nyoret, ngapain ada mural di sini, ya coret-coret aja sekalian'," kata Surya, Selasa (4/10).
"Kami sudah memperkirakan sejak awal dan ketika mural sudah bersiap, ini nanti akan dicoret-coret, kami sudah mengajukan CCTV dulu sebenarnya. Cuma memang prosesnya cukup panjang sehingga sebelum CCTV itu aktif, sudah di-vandal duluan," tambahnya.
Ketakutan itu ternyata terjadi, parahnya vandalisme sudah dilakukan ketika tim mural baru melakukan pengecatan warna dasar sebelum digambar.
Tim mural pun menghapus kembali coretan vandalisme itu. Namun, tangan jahil itu seperti masih belum puas, mereka kembali dengan merusak lagi ketika sudah proses dimural.



















































