jabar.jpnn.com, KOTA BANDUNG - Grab Indonesia kembali menghadirkan program NGERUMPI (Ngobrol Seputar Masalah Para Wiramudi) 2026 sebagai ruang yang aman dan suportif bagi Mitra Pengemudi perempuan untuk saling terhubung serta berkembang bersama.
Program berbasis komunitas ini hadir di berbagai kota, seperti Jakarta, Bandung, Bali, Malang, Sukabumi, dan Pontianak. Para Mitra Pengemudi perempuan mendapatkan pembekalan mulai dari pelatihan perlindungan diri (self-defense), edukasi keselamatan berkendara, percakapan bahasa asing, hingga penguatan keterampilan personal yang relevan dengan kebutuhan perempuan di lapangan.
Director of Digital & Sustainability Grab Indonesia, Rivana Mezaya mengatakan, perempuan memiliki peran penting dalam ekosistem Grab dan kontribusinya terus berkembang dari waktu ke waktu. Saat ini, lebih dari 189 ribu Mitra Pengemudi perempuan telah menjadi bagian dari Grab di Asia Tenggara.
“Di Grab, kami melihat Mitra Pengemudi perempuan bukan hanya sebagai bagian penting dari ekosistem kami, tetapi juga perempuan tangguh yang setiap hari berkontribusi di jalan dan komunitasnya. Karena itu, kami ingin memastikan mereka dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman melalui berbagai fitur keamanan serta dukungan di ekosistem Grab,” ujar Rivana dalam keterangan tertulisnya kepada JPNN.com, dikutip Senin (25/5/2026).
Rivana menuturkan, melalui NGERUMPI 2026 bertajuk “Jaga Diri di Jalan: Self-Defense untuk Perempuan Berkendara”, Grab melengkapi dukungan tersebut dengan pelatihan perlindungan diri agar para Mitra Pengemudi perempuan merasa lebih siap, percaya diri, dan aman saat bekerja di lapangan.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta dibekali teknik dasar perlindungan diri bersama Dennis Laoh, Internationally Accredited Urban Self Protection Coach sekaligus pengajar di Kida Dharmawangsa.
Materi pelatihan mencakup cara menghadapi situasi darurat, meningkatkan kewaspadaan terhadap lingkungan sekitar, hingga teknik sederhana untuk melindungi diri dari potensi ancaman saat berkendara.
Menurut Dennis, Mitra Pengemudi perempuan memiliki mobilitas tinggi dan berinteraksi langsung dengan banyak orang sehingga penting untuk memiliki kemampuan mengenali situasi berbahaya dan merespons dengan tenang serta tegas.



















































