jpnn.com, SAMARINDA - Band melodic hardcore asal Samarinda, Outlier, meluncurkan mini album atau EP yang berjudul This Love Hurts.
Dibentuk pada akhir 2023, Outlier beranggotakan oleh Bayu Handik Suprayogo (vocals), Muhammad Ramadhani dan Muhammad Iswahyudi (guitars), Ricky Aprianto (bass), serta Dian Ananto Rayenda (drums).
Outlier mengeklaim This Love Hurts menjadi refleksi emosional tentang relasi, kehilangan, komitmen, hingga proses pemulihan diri, dikemas dalam perjalanan singkat yang gelap, melankolis, namun tetap lugas dalam penyampaian.
Melalui 6 trek dalam album, Outlier menghadirkan dinamika emosi yang berbeda di tiap materi.
To The River berbicara tentang kehilangan arah setelah memberi terlalu banyak, Peace of Mind menjadi ruang pelepasan luka dan kenangan, Forever Unrest, membawa semangat untuk bangkit dari rasa sakit, sementara All Alone menangkap perasaan berjalan sendiri dan kehilangan makna rumah.
Seluruh materi dalam This Love Hurts direkam, melewati mixing, dan mastering oleh Invader Records, serta didistribusikan secara digital oleh Muara Records.
Proses pengerjaan album berlangsung sejak Mei 2025 hingga April 2026, menjadi fase penting bagi Outlier dalam mematangkan arah musikal dan identitas emosional.
Pasca perilisan EP ini, Outlier juga tengah mempersiapkan tur di sejumlah kota di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, bersamaan dengan proses pengerjaan single terbaru.






















































