jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Pemerintah Kota Yogyakarta resmi mengumumkan penyelenggaraan Pasar Murah sebagai langkah strategis mengendalikan inflasi menjelang Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah. Upaya ini dilakukan untuk memastikan keterjangkauan harga bahan pokok bagi masyarakat di tengah tren kenaikan harga pangan.
Ketua Tim Kerja Ketersediaan dan Pengendalian Harga Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta Evi Wahyuni mengatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan total 48 ton bahan pangan bersubsidi.
Distribusi bantuan ini akan disebar ke 14 kemantren (kecamatan) di seluruh wilayah Kota Yogyakarta.
Meski kuota tahun ini mengalami penyesuaian karena efisiensi anggaran, distribusi tetap diprioritaskan berdasarkan kepadatan penduduk.
Sebelas kemantren akan mendapat kuota masing-masing tiga ton.
Tiga kemantren utama, yaitu Umbulharjo, Gondokusuman, Mergangsan mendapat kuota lebih besar, yakni lima ton per wilayah.
Warga Kota Yogyakarta dapat membeli berbagai komoditas penting, antara lain beras minyak goreng, gula pasir, tepung terigu, telur ayam, bawang merah, dan bawang putih.
Evi Wahyuni menekankan agar warga memanfaatkan kesempatan ini dengan bijak dan tidak melakukan panic buying.



















































