jpnn.com, JAKARTA - Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Aceh mencatat 98 persen dari 737 masjid maupun musala di Aceh yang terdampak bencana sudah kembali berfungsi meskipun dalam kondisi darurat.
"Berdasarkan data yang telah diverifikasi, sudah 98 persen Masjid dan Mushalla yang terdampak kembali berfungsi, tetapi masih dalam kondisi darurat," kata Kepala Kanwil Kemenag Aceh, Azhari, dikutip Jumat (6/3).
Azhari menyampaikan, berdasarkan data yang direkap dari seluruh daerah terkena banjir dan longsor, terdapat 737 masjid/musala terdampak, dan 725 diantaranya sudah berfungsi (98 persen), sedangkan 12 lainnya belum aktif karena rusak berat bahkan hilang.
"Jadi, sebagian besarnya memang beroperasi secara darurat dengan sumber daya yang ada," ujarnya.
Adapun 12 masjid/mushala yang belum beroperasi tersebut yakni mushala Baitul Banian Serbajadi Kabupaten Aceh Timur (hanyut), masjid At Taqarrub Riseh Teungoh Kabupaten Aceh Utara (dibawa arus).
Kemudian, mushala Nurul Hikmah di Timang Gajah dan mushala Muttaqin serta masjid Jamik Mukhlisin di Pintu Rime Gayo Kabupaten Bener Meriah (banjir dan longsor).
Selanjutnya, lima rumah ibadah di Kabupaten Gayo Lues, yakni mushala Serkil Putri Betung, mushala Nurul Huda Pantan Cuaca, masjid Baiturrahim dan Al Ikhlas di Tripe Jaya, serta masjid Nurul Iman di Putri Betung (hanyut/hilang).
Lalu, masjid Al Mabrur Samalanga Kabupaten Bireuen, dan terakhir masjid Al Hikmah Karang Baru Kabupaten Aceh Tamiang, kedua masjid tersebut roboh dan terbawa arus banjir.



















































